logo-smatag45-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

Detail Berita

Siswa SMATAG Raih Juara 2 Monolog FLS3N Tingkat Kota Surabaya

Surabaya, 2 Mei 2026 - Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMATAG dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Surabaya tahun 2026. Monica Aveline Jasmine berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba Monolog melalui penampilan bertajuk “Aliran DOA dan DOSA”.

Monolog tersebut mengangkat tema ketidakadilan sosial dan kerusakan lingkungan. Tokoh Nyai Ronggeng yang diperankan Monica menjadi gambaran penderitaan para kuli pada masa kolonial sekaligus refleksi terhadap kondisi saat ini, ketika eksploitasi terhadap alam masih terus terjadi. Sungai Kalimas menjadi simbol penting dalam pesan yang dibawakan pada penampilan tersebut.

Menariknya, perjalanan Monica menuju prestasi ini berawal dari keraguan. Ia mengaku sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman di bidang monolog.

“Awalnya saya ragu karena belum pernah mencoba monolog sama sekali. Tapi saya berpikir, kapan lagi bisa mencoba hal baru dan berkarya di bidang ini,” ujarnya.

Persiapan dilakukan secara intensif selama dua minggu bersama guru pendamping. Berbagai latihan mulai dari olah vokal, pernapasan, hingga pendalaman karakter dilakukan untuk memaksimalkan penampilan di atas panggung. Dukungan dari guru, orang tua, dan teman-teman juga menjadi penyemangat selama proses latihan berlangsung.

Ketua OSIS SMATAG menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam FLS3N merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap pengembangan bakat dan kreativitas siswa di bidang seni. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar disiplin, percaya diri, dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki.

Keberhasilan Monica meraih Juara 2 tingkat Kota Surabaya menjadi bukti bahwa keberanian mencoba hal baru dapat membawa hasil yang membanggakan. Prestasi ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMATAG lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkarya di berbagai bidang.

Dari panggung monolog itu, Monica tidak hanya membawa pulang sebuah juara, tetapi juga keberanian untuk percaya bahwa hal-hal yang awalnya terasa mustahil, kadang hanya menunggu untuk dicoba.