Surabaya, 2 Mei 2026 - Prestasi membanggakan kembali
diraih siswa SMATAG dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Surabaya tahun 2026.
Monica Aveline Jasmine berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba Monolog
melalui penampilan bertajuk “Aliran DOA dan DOSA”.
Monolog tersebut mengangkat tema ketidakadilan sosial dan
kerusakan lingkungan. Tokoh Nyai Ronggeng yang diperankan Monica menjadi
gambaran penderitaan para kuli pada masa kolonial sekaligus refleksi terhadap
kondisi saat ini, ketika eksploitasi terhadap alam masih terus terjadi. Sungai
Kalimas menjadi simbol penting dalam pesan yang dibawakan pada penampilan
tersebut.
Menariknya, perjalanan Monica menuju prestasi ini berawal
dari keraguan. Ia mengaku sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman di bidang
monolog.
“Awalnya saya ragu karena belum pernah mencoba monolog sama
sekali. Tapi saya berpikir, kapan lagi bisa mencoba hal baru dan berkarya di
bidang ini,” ujarnya.
Persiapan dilakukan secara intensif selama dua minggu
bersama guru pendamping. Berbagai latihan mulai dari olah vokal, pernapasan,
hingga pendalaman karakter dilakukan untuk memaksimalkan penampilan di atas
panggung. Dukungan dari guru, orang tua, dan teman-teman juga menjadi
penyemangat selama proses latihan berlangsung.
Ketua OSIS SMATAG menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah
dalam FLS3N merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap pengembangan
bakat dan kreativitas siswa di bidang seni. Selain menjadi ajang kompetisi,
kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar disiplin, percaya
diri, dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki.
Keberhasilan Monica meraih Juara 2 tingkat Kota Surabaya
menjadi bukti bahwa keberanian mencoba hal baru dapat membawa hasil yang
membanggakan. Prestasi ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi siswa-siswi
SMATAG lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkarya di
berbagai bidang.
Dari panggung monolog itu, Monica tidak hanya membawa pulang
sebuah juara, tetapi juga keberanian untuk percaya bahwa hal-hal yang awalnya
terasa mustahil, kadang hanya menunggu untuk dicoba.