Surabaya,
24 Mei 2026 – Tim Paskibra SMA 17 Agustus 1945 Surabaya, yang dikenal dengan
nama kesatuan PAPBRASTAG, sukses membawa pulang gelar juara dari ajang berskala
nasional. PAPBRASTAG berhasil meraih gelar Juara 1 Kategori Menengah dalam
kompetisi bergengsi Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Cleopatra Season 3
yang diselenggarakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di SMP Negeri 2
Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kompetisi
tingkat nasional ini merupakan ajang unjuk kemampuan yang sangat kompetitif,
mempertemukan puluhan satuan terbaik dari berbagai daerah untuk kategori
pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat. Kekompakan gerakan dan
presisi formasi PAPBRASTAG berhasil mengamankan nilai tinggi dari dewan juri,
sekaligus membuktikan kapasitas mereka bersaing di kompetisi nasional.
Pencapaian
luar biasa ini membawa dampak positif dan rasa bangga bagi pihak sekolah dan
seluruh siswa SMA 17 Agustus 1945 Surabaya (SMATAG). "Prestasi tingkat
nasional ini membuktikan kualitas program ekstrakurikuler yang berjalan di
sekolah, yaitu mampu mencetak generasi muda berdisiplin tinggi, bermental
tangguh, dan mampu bersaing di level tertinggi demi mengharumkan nama sekolah
dan kota asal mereka.
Meski
berhasil menjuarai Kategori Menengah, tim PAPBRASTAG tidak cepat puas dan
menjadikan pencapaian ini sebagai bahan evaluasi untuk menembus Kategori Utama di
masa mendatang.
"Rasa
bangga tentu ada di dalam benak kami, tetapi kami berkomitmen untuk tidak cepat
puas dikarenakan ini adalah Juara 1 di Kategori Menengah. Ini adalah batu
loncatan yang sangat berharga. Pesan kami untuk seluruh teman-teman satu tim
yang sudah berjuang bersama sampai di titik ini yaitu jangan mudah merasa cukup
dan jumawa, sebab mempertahankan legacy (warisan prestasi) dan menjadi
konsisten itu jauh lebih sulit," ungkap Raymond, ketua tim PAPBRASTAG.
Di
balik kemenangan tim paskibra, tersimpan semangat perjuangan dan dedikasi tanpa
pamrih selama masa persiapan yang berlangsung kurang lebih satu bulan. Di
tengah padatnya kesibukan akademis harian sekolah, tim PAPBRASTAG harus
melewati latihan fisik yang menguras energi, serta iuran mandiri yang tidak
sedikit. Namun, rasa lelah dan segala keterbatasan tersebut berhasil dilewati
berkat kuatnya komitmen serta sinergi erat dalam tim.
Pelatih
PAPBRASTAG menerapkan strategi khusus yang berfokus pada kematangan mental dan kenyamanan
psikologis siswa. Selain menyelenggarakan latihan gabungan (latgab) dengan
beberapa sekolah lain untuk menguji mental tanding, tim pelatih selalu
menekankan pentingnya menikmati setiap proses.
"Tantangan
terberat tentu rasa lelah fisik dan juga cukup menguras duit hehe, tetapi
dengan semangat peleton yang membara, kami jamin tidak ada satu pun anggota
yang merasa kesusahan sendirian. Strategi utama dari pelatih adalah
menganjurkan kami untuk selalu enjoy dalam berlatih agar tidak ada beban
pikiran. Selama latihan satu bulan penuh, tentu banyak momen unik dan lucu,
seperti beberapa anak yang mendadak lupa gerakan variasi, atau saat latihan PBB
yang seharusnya hadap kanan malah hadap kiri. Kelucuan-kelucuan itu yang justru
menguatkan kebersamaan kami."
Kemenangan
di LKBB Cleopatra Season 3 ini bukan merupakan akhir dari perjalanan, melainkan
awal baru dari babak pembuktian PAPBRASTAG di panggung yang lebih luas.
"Kompetisi
ini menjadi ajang pembuktian nyata bahwa PAPBRASTAG mampu bersaing secara
tangguh di kancah provinsi maupun nasional. Target kami selanjutnya adalah
menjadi lebih baik dari hari ini, mempertahankan konsistensi, dan selalu
memberikan hasil yang terbaik di seluruh perlombaan yang akan kami ikuti di
masa depan," pungkasnya dengan penuh optimisme.